Di analis kesehatan kamu bakal dapet materi pemeriksaan penyakit. Lebih tepatnya spesimen atau sampel yang nantinya hasil pemeriksaan akan digunakan untuk diagnosa penyakit. Sehingga sebuah penyaki dapat diketahui dan diobati. Spesimen tersebut yang paling ringan dapat berubah darah, pus (nanah), muntahan, feces, air kencing. Sampai yang paling berat pemeriksaan bakteri, sampai jaringan. Tetapi khusus dengan jaringan kita harus bermitra dengan dokter spesialis patologi. Tugas kita biasanya mempersiapkan jaringan hingga jaringan siap diperiksa.Tapi bukan berarti kita bisa segala-galanya anlis kesehatan juga punya kekurangan. Kekurangan tentu saja analis kesehatan tdak tahu tentang macam pengbatannya secara mendalam. Meskipun diajari ilmu pengobatan juga tetapi hanya sekedar untuk tahu. Kkita hanya sekedar diajari hingga tahu tapi belum tentu paham dan megerti. Kekurangan itulah yang nantinya akan dilengkapi analis farmasi. Jadi, profesi kita saling melengkapi. Begitu pula dengan pemeriksaan air dan makanan.
Kerjaan analis kesehatan ngapain sih? memeriksa penyakit? bukannya yang memeriksa penyakit itu dokter? memang, anda akan berhadapan dengan dokter, tapi kalian juga biasanya lihat kalau dokter pasti pegang kertas kan? nah kertas-kertas itu asalnya dari laboratorium, yang memeriksa dan menulis hasil itu analis kesehatan. Coba deh bayangin kalo hasil pemeriksaan itu gak akurat, bisa saja si pasien dikasih obat yang salah dan diagnosa penyakit yang tidak tepat.
Makanya meskipun kerja analis dibalik layar, gak ketemu secara langsung dengan pasien tapi fungsi analis kesehatan sangatlah penting. Sebuah pekerjaan yang beresiko tinggi. Harus teliti dan berhati-hati. Karena selain hasil yang harus dipertanggung jawabkan kita juga berhadapan dengan spesimen yang bisa saja menularkan penyakit. Mulai dari penyakit ringan sampai yang fatal seperti hepatitis dan HIV. Penyakit apa saja yang bisa dijelaskan secara medis kita pelajari pastinya. Dari mulai yang sederhana, cek Hb, gula darah, kolesterol, bahkan penyakit berat sekalipun seperti TBC, HIV/AIDS.
Analislah yang terlatih dan berwenang bahkan sertifikat untuk memeriksa yang demikian. Analis sendiri juga diajari ilmu pengobatan kok, ya walaupun sedikit. Mungkin perawat juga diajari cara mengambil darah dll, tetapi yang berwenang melakukan pemeriksaan semua itu adalah analis pastinya. Walaupun yang berhak menyimpilkan hasil akhir adalah dokter.
Jadi jangan salah, tanpa bantuan analis dokter pun tidak bisa berbuat banyak untuk melakukan pemeriksaan penyakit berat yang membutuhkan pemeriksaan laboratorium.
likalikuanaliskesehatan.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar